RECENT POST BERJALAN

MUSEUM LAMPUNG

Blog Widget by LinkWithin


Museum Lampung (1)

Ribut-ribut membicarakan harta karun, pasti terlintas satu tempat yang tidak asing bagi kita, yaitu “museum”-suatu tempat penyimpanan benda-benda bersejarah yang menjadi tanda pernah terjadi satu kehidupan sejarah di masa lampau, yang terbaca melalui benda-benda yang ditinggalkan. Sederhananya, kita bisa saja membayangkan kalau kita sudah meninggal dunia dan benda-benda yang kita miliki terkubur dalam tanah, lalu ditemukan oleh orang-orang yang hidup pada 200 tahun ke depan, bukankah benda-benda kita itu akan menjadi benda bersejarah?

Khusus bicara mengenai koleksi benda-benda antik, sebenarnya ini sudah menjadi naluri manusia untuk menyimpan dan mengabadikan sesuatu dalam bentuk ‘benda kenangan’ atau ‘foto kenangan’. Tujuannya satu untuk mengakui eksistensi/keberadaan diri kita pada suatu masa. Ssstt … aku aja masih menyimpan mainan tea set porcelain yang berukuran mini yang dibeli mama saat saya berumur 7 tahun. Masih tersimpan rapih di lemari kaca rumahku.
Kembali ke museum, sebulan yang lalu, saya sempat berkunjung ke Museum Lampung, yang menyimpan banyak benda-benda bersejarah dari yang berbentuk arca, naskah kuno di atas daun lontar, pakaian adat yang berusia puluhan tahun, keramik, hingga yang berupa kristal dan perhiasan peninggalan nenek moyang. Tiket masuknya menurutku cukup murah hanya Rp2500,00. Dengan retribusi masuk yang murah ini tentu, jangan berharap lebih terhadap apa yang ditampilkan.
Bangunan Museum Lampung ini cukup besar, ada replika rumah adat Lampung yang dipasang di halaman luar museum. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi foto-foto dan diorama perkembangan Propinsi Lampung dari waktu ke waktu termasuk foto dari para mantan gubernur sampai gubernur yang masih aktif menjabat di propinsi ini, selain itu ditemui berbagai arca peninggalan orang-orang kuno dan sisa-sisa kerajaan jaman dahulu kala yang ada di Lampung. Ada contoh baju besi yang dipakai oleh pengawal kerajaan jaman dahulu, aneka rupa keramik dan tempayan, termasuk juga uang benggol (uang logam yang bolong tengahnya).
http://mataponsel.wordpress.com/2010/05/11/museum-lampung-


About The Author:

Penulis: M.Joko Lukito
Mari budayakan berkomentar baik berupa Kritik, Saran, maupun Pertanyaan untuk menjadikan blog ini lebih baik ke depannya. Copy-Paste artikel M.Joko Lukito Di ijinkan, tapi URL sumbernya disertakan.
Terima Kasih.. Follow me on Twitter Di Sini Add me on Facebook Di Sini.

0 komentar:

mengatakan...

KomentarImage Silahkan Menuliskan Komentar Anda pada opsi Google/Blogger Untuk Anda yang memiliki Akun Google/Blogger.

Silahkan Pilih Account yang sesuai dengan Blog/Website anda Dan Jika Anda Tidak Memiliki Account Apapun Maka Pilihlah Komentator Sebagai Anonymous...Terima Kasih.