RECENT POST BERJALAN

KAMPUNG WISATA CIBUBUR

Blog Widget by LinkWithin

Wisata ke Kampoeng Wisata

Ada beragam pendapat dari teman-temanku yang sudah pernah ke Kampoeng Wisata, Cibubur. Beberapa ada yang bilang di sana sangat menyenangkan, beberapa bilang biasa-biasa saja dan ada yang bilang rugi jauh-jauh datang kesana. Seperti biasa mendengar pendapat yang beragam ini membuatku semakin berkeinginan untuk pergi ke Kota Wisata untuk membuktikannya. Jadi kemarin aku bersama Kiky yang aku serahkan tugas menjadi guide pribadiku berkunjung kesana.

Berangkat agak siang dari rumahnya di Ujung Aspal, Pondok Gede kami bergerak lurus saja menyusuri jalan pintas tidak menaiki tol menuju Cibubur yang jauh memutar. Ternyata nama Ujung Aspal memang bukan sekedar nama saja, tapi bisa diartikan secara harafiah, karena sepanjang jalan yang kami lalui rusak berlubang, bahkan aku hampir sempat putus asa karena terdapat kubangan raksasa yang mengingatkan akan trek offroad yang menantang mobil imut-ku. Akhirnya dengan sedikit was-was dan usaha ekstra akhirnya sampai juga di jalan raya Cibubur... *fhiuh*.

Jalan raya Cibubur ini lebar dan bagus, tetapi sepanjang jalan banyak sekali spanduk bertebaran di mana-mana, seperti bukan masuk ke daerah pemukiman saja, melainkan masuk ke pameran perumahan. Tidak seberapa lama kami masuk juga di Kota Wisata. Hebat ya orang-orang Indonesia itu, siapa bilang Indonesia negara miskin, rumah-rumahnya mewah banged. Akhirnya kami tiba juga di Kampoeng Wisata yang terletak di tengah perumahan Kota Wisata. Tujuan pertama kami adalah makan. Di depan Kampoeng Wisata berderet restoran dengan segala jenis makanan, banyak pilihannya. Kiky ingin makan makanan yang sehat -katanya- makanya dia memilih restoran yang ada gado-gadonya, lucunya di daftar menunya Gado-gado ditulis Paket Diet... ah masa sih, kalo makannya sama nasi kan sama-sama aja yah? Lalu aku memilih ayam goreng tulang lunak plus sayur asem dan tempe tahu dengan sambel terasi yang uenak tenan. *Kriuuk...* Dengan noraknya, aku baru percaya kalo tulang ayamnya memang bisa dimakan setelah aku coba sendiri. Hehe... bisa rebutan sama kucing nih.

Gerbang Kampung Cina

Pintu gerbang pertama yang kami masuki adalah Kampung Cina. Rupanya di dalamnya adalah toko-toko yang menjual segala macam suvenir, snack, produk dari Cina. Tentu saja asik banged, soalnya kan Cina terkenal dengan barang-barang super murahnya. Yang serunya lagi landscapenya memang dibuat dengan nuansa Cina, dan dengan detail yang menarik sekali. Setiap toko berhiaskan detail-detail Cina, baik di dindingnya maupun di atapnya, bahkan ada detail-detail yang tidak biasa kita perhatikan dihias dengan indahnya. Aku membeli kaos oblong dengan tulisan cina yang merujuk pada nama-nama tahun Cina dan yang lucunya dibawahnya ditulis artinya dalam bahasa Jawa. Kereen. Sedangkan Kiky membeli dompet cantik, tapi kayak encim-encim gak seeh.

Kipas dengan Uap AirLalu kami masuki pintu gerbang Kampung Indonesia. Di sini beberapa toko tampak tidak buka, namun karena tiap kreynya juga dihiasi lukisan, tidak mengganggu pemandangan. Kelihatannya yang paling ramai adalah kampung Bali. Lumayan bagus, tapi mungkin produk-produknya sudah biasa kita dapatkan, jadi kami hanya melihat-lihat saja. Di sini aku merasa gerah sekali sehingga harus sering mengusap keringat dari rambutku, padahal cuaca cukup cerah... lalu aku sadar di beberapa tempat dipasangkan kipas besar yang mengeluarkan uap air. Rupanya di sini udaranya memang lembab sehingga dibutuhkan kipas seperti ini. Ini pertama kalinya aku tahu loh ada kipas seperti ini. Lalu aku mencoba melihat ke Kampung Jepang, yang walaupun sudah Kiky peringatkan bahwa tidak ada satu toko pun yang buka. Ternyata benar saja, serasa masuk ke kota hantu... toko-toko tutup dan jalannya sepi. Yang seremnya di sini malah diputarkan lagu Jepang Kokoronotomo yang pernah terkenal di tahun 80-an itu, padahal di tempat lain yang lebih ramai malah dibiarkan tidak ada musik. Hii.. serem. Lagi kata Kiky, sebenarnya ada Kampung Amerika yang juga sama keadaannya seperti Kampung Jepang. Sayang sekali melihat kreasi dan investasi yang tersia-siakan di sini. Kami kembali lagi ke Kampung Cina, membeli beberapa suvenir.
indonesiaindonesia.com


About The Author:

Penulis: M.Joko Lukito
Mari budayakan berkomentar baik berupa Kritik, Saran, maupun Pertanyaan untuk menjadikan blog ini lebih baik ke depannya. Copy-Paste artikel M.Joko Lukito Di ijinkan, tapi URL sumbernya disertakan.
Terima Kasih.. Follow me on Twitter Di Sini Add me on Facebook Di Sini.

1 komentar:

mengatakan...
Arthur Teknik mengatakan...

Akhirnya ada yang sharing juga.
Trims infonya ya...
Oh ya sekedar info aja nih, bagi yang membutuhkan Jasa Sewa Genset Syncronize Tangerang untuk keperluan berbagai acara seperti pameran, workshop, meeting atau lainnya bisa coba hubungi kami Arthur Teknik.

Makasih min,
Salam blogger ya.

KomentarImage Silahkan Menuliskan Komentar Anda pada opsi Google/Blogger Untuk Anda yang memiliki Akun Google/Blogger.

Silahkan Pilih Account yang sesuai dengan Blog/Website anda Dan Jika Anda Tidak Memiliki Account Apapun Maka Pilihlah Komentator Sebagai Anonymous...Terima Kasih.